4 Kerugian Besar Israel Akibat Kekalahan dalam Perang Gaza Versi Jenderal Zionis

2 hours ago 4

loading...

Israel mengalami kerugian besar akibat kalah perang di Gaza. Foto/X

GAZA - Jenderal Cadangan Israel Pensiunan Yitzhak Brik mengakui bahwa rezim Tel Aviv menderita lebih dari 2.000 korban jiwa dan puluhan ribu luka-luka selama perang dua tahun yang membawa kehancuran, pengungsian, dan penderitaan yang tak terbayangkan bagi warga Palestina di Gaza.

4 Kerugian Besar Israel Akibat Kekalahan dalam Perang Gaza Versi Jenderal Zionis

1. Mengurangi Ketahanan Nasional Israel

Dalam sebuah wawancara dengan Channel 13 Israel pada hari Sabtu, Brik menyatakan, “Selama dua tahun terakhir, kita telah secara efektif mengurangi ketahanan nasional dan sosial kita, yang merugikan kita ratusan miliar shekel.”

2. Hamas Belum Dikalahkan

Jenderal Israel itu mengakui bahwa Hamas belum dikalahkan oleh Israel dalam perang genosida tersebut.

Ia menambahkan bahwa “Dalam dua tahun terakhir, kami telah menderita kerugian yang signifikan,” menyoroti baik jumlah korban jiwa maupun cedera psikologis dan fisik yang diderita oleh tentara dan pemukim.


3. Kerugian Finansial dan Diplomatik

Brik juga menunjuk pada dampak finansial dan diplomatik, dengan menyatakan, “Kami telah kehilangan anggaran, ratusan miliar shekel, dan kredibilitas kami di skala global.”

Ia mencatat bahwa Presiden AS Donald Trump memandang Israel sebagai negara yang “stagnan dan tidak mampu mencapai tujuannya,” yang menyebabkan ia campur tangan dan mengambil tindakan.

Baca Juga: Reformis dan Konservatif Bertarung Ketat di Pemilu Thailand

4. Krisis Kesehatan Mental yang Memburuk

Israel saat ini mengalami krisis kesehatan mental yang parah dan semakin memburuk di kalangan personel militernya. Terjadi peningkatan yang signifikan dalam angka gangguan stres pasca-trauma dan bunuh diri, yang terjadi setelah dua tahun perang genosida di Gaza dan agresi militer yang berkelanjutan terhadap Lebanon dan Suriah.

Informasi terbaru dari apa yang disebut kementerian keamanan Israel dan para profesional perawatan kesehatan menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan hampir 40% dalam kasus gangguan stres pasca-trauma (PTSD) sejak September 2023, dengan perkiraan menunjukkan peningkatan hingga 180% pada tahun 2028.

Kementerian keamanan telah mengkonfirmasi bahwa di antara 22.300 tentara dan personel yang menerima perawatan untuk cedera terkait perang, 60% mengalami stres pasca-trauma. Sebagai tanggapan, kementerian telah meningkatkan dukungan dan pendanaan kesehatan mental, yang mencakup peningkatan 50% dalam penggunaan terapi alternatif.

Read Entire Article
| Opini Rakyat Politico | | |